Tampilkan postingan dengan label my sense its what i feel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my sense its what i feel. Tampilkan semua postingan

5.15.2012

Seribu Rupiah dan Seratus Ribu Rupiah

Jangan nilai seseorang hanya dari penampilan dan nilai materinya saja, namun nilailah dari hati dan cara dia menjalani hidup.

Pernahkah anda membayangkan bagaimana uang seribu dan seratus ribu? Jika anda disuruh untuk memilih, pasti anda akan memilih uang seratus ribu, Benar bukan? Namun, dibalik nilai nominal uang tersebut tersirat suatu kisah. Berikut kisahnya.

Pertama kali keluar dari PERURI, uang seribu dan seratus ribu sama-sama bagus, berkilau, bersih, harum dan menarik. Namun tiga bulan setelah keluar dari PERURI, uang seribu dan seratus ribu bertemu kembali di dompet seseorang dalam kondisi yang berbeda. Uang seratus ribu berkata pada uang seribu :”Ya, ampiiiuunnnn. ………..darimana saja kamu, kawan? Baru tiga bulan kita berpisah, kok kamu udah lusuh banget? Kumal, kotor, lecet dan…… bau! Padahal waktu kita sama-sama keluar dari PERURI, kita sama-sama keren kan …… Ada apa denganmu?”

Uang seribu menatap uang seratus ribu yang masih keren dengan perasaan nelangsa. Sambil mengenang perjalanannya, uang seribu berkata : “Ya, beginilah nasibku , kawan. Sejak kita keluar dari PERURI, hanya tiga hari saya berada di dompet yang bersih dan bagus. Hari berikutnya saya sudah pindah ke dompet tukang sayur yang kumal. Dari dompet tukang sayur, saya beralih ke kantong plastik tukang ayam. Plastiknya basah, penuh dengan darah dan kotoran ayam.

Besoknya lagi, aku dilempar ke plastik seorang pengamen, dari pengamen sebentar aku nyaman di laci tukang warteg. Dari laci tukang warteg saya berpindah ke kantong tukang nasi uduk, dari sana saya hijrah ke ‘baluang’ Inang-inang. Begitulah perjalananku dari hari ke hari. Itu makanya saya bau, kumal, lusuh, karena sering dilipat-lipat, digulung-gulung, diremas-remas.”

Uang seratus ribu mendengarkan dengan prihatin.: “Wah, sedih sekali perjalananmu, kawan! Berbeda sekali dengan pengalamanku. Kalau aku ya, sejak kita keluar dari PERURI itu, aku disimpan di dompet kulit yang bagus dan harum.

Setelah itu aku pindah ke dompet seorang wanita cantik. Hmmm….dompetnya harum sekali. Setelah dari sana , aku lalu berpindah-pindah, kadang-kadang aku ada di hotel berbintang 5, masuk ke restoran mewah, ke showroom mobil mewah, di tempat arisan Ibu-ibu pejabat, dan di tas selebritis. Pokoknya aku selalu berada di tempat yang bagus. Jarang deh aku di tempat yang kamu ceritakan itu. Dan…… aku jarang lho ketemu sama teman-temanmu. . “

Uang seribu terdiam sejenak. Dia menarik nafas lega, katanya : “Ya. Nasib kita memang berbeda. Kamu selalu berada di tempat yang nyaman. Tapi ada satu hal yang selalu membuat saya senang dan bangga daripada kamu!”

“Apa itu?” uang seratus ribu penasaran. “Aku sering bertemu teman-temanku di kotak-kotak amal di masjid. Hampir setiap minggu aku mampir di tempat-tempat itu. Aku juga tiap bulan mengunjungi anak yatim. Indah sekali aku melihat anak-anak yatim tersenyum"

Uang seratus ribu pun akhirnya terharu dan menangis. Nilai uang seratus ribu memang jauh lebih besar dari seribu, namun nilai yang besar membuat lupa dengan segalanya. Termasuk ke tempat ibadah.






11.11.2009

Pengalaman pahit gue sendiri :p

Kalo blom kenal, yah kenalan dong!
Kan kita punya facebook untuk mencari teman....
Kalo mau orang lain menghargai kita, ya kita mulai lebih dulu menghargai orang lain....
Ramah dong, maka mereka pun akan ramah pada kita!
Apabila ada yang meng add kita, ucapkan terima kasih padanya.
Kalo orang yang meng add kita tersebut memulai chat pada kita, yah balas chat dia juga!
Oh ternyata kita sedang sibuk?!! Jelaskan padanya dengan jujur, jangan cuek deh!!!
Untuk apa mengkonfirm kalo kita nggak mau kenal dia!
Kalo kita suka, katakan suka.....
Kalo kita sukanya serius, yah LANJUTKAN!!!
Ingat lho!! Jangan cuekin orang, jangan konfirm orang yang kita memang gak mau dia jadi teman kita.
Oh iya satu lagi nih!! "JANGAN BERPRASANGKA BURUK,,,,JANGAN YAH!!!"
"BANYAK TEMAN BAIK ITU MENYENANGKAN"

10.27.2009

Kisah Cinta dan seorang Sahabat

Suatu hari CINTA & SAHABAT berjalan bersama dalam
kampung...
Tiba-tiba CINTA terjatuh dalam
telaga...
Kenapa??
Karena CINTA itu buta...
Lalu SAHABAT pun ikut terjun dalam
telaga...
Kenapa??
Karena... SAHABAT akan berbuat apa saja demi
CINTA !!
Di dalam telaga, CINTA hilang...
Kenapa??
Karena... CINTA itu halus, mudah hilang
kalau tak dijaga, sukar dicari apa lagi
dalam telaga yang gelap...
Sedangkan SAHABAT masih mencari-cari
dimana CINTA & terus menunggu..
Kenapa??
Karena ... SAHABAT itu sejati & akan
kekal sebagai SAHABAT yang setia...

4.15.2009

Kembali ingin menulis

Assalaamu'alaikum. Apa kabar sobat semua? Mudah-mudahan kita selalu diberikan kesehatan jasmani dan rohani oleh Allah SWT. Amin. Sudah sekian lama saya tidak memposting blogspot ini. Ada kerinduan yang teramat mendalam untuk kembali menulis seperti dulu lagi. Karena menulis juga merupakan hobi saya selain berfotografi.

Sekian lama hati ini tidak mencurahkan perasaaan ini untuk dituangkan ketulisan. Sesak rasanya. Seperti tersiksa. Mati rasa. Begitu banyak permasalahan yang sudah saya hadapi selama ini, sehingga menyebabkan hobi menulis ini menjadi terhenti cukup lama. Bagi saya "Penulis adalah penemu gelombang masa depan dan penentu peradaban manusia selanjutnya".

Oke....cukup sekian dulu tulisan dari saya. Semoga tulisan ini mengawali kembali aktivitas menulis saya yang sempat terhenti cukup lama ini. Amin.