3.27.2011

Kesalahan Orangtua Dalam Mendidik Anaknya



Oleh: Dr. Anugra Martyanto |


Saya sangat sering mendapatkan pertanyaan dari para ibu, perihal perkembangan anak anak mereka, biasa yang mereka keluhkan adalah, dok…kenapa anak saya jadi sering melawan, dok…kenapa anak saya susah diatur dan masih banyak lagi pertanyaan pertanyaan yang diajukan kepada saya.

Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba mengupas hal hal yang berhubungan dengan pendidikan anak-anak kita dirumah, yang pada umumnya kita sendiri yang membuat perkembangan anak kita menjadi seorang anak yang kelakuan dan sifatnya jauh berbeda dari apa yang kita harapkan selaku orang tua.

Ada banyak hal yang sering para orang tua lakukan atau kebiasaan kebiasaan yang sering tidak disadari, tapi sangat berpengaruh pada pertumbuhan mental si Anak.
Saya akan mengelompokkan kebiasaan kebiasaan itu dalam beberapa kelompok yaitu :

1. Kita selalu membiasakan Anak Menjadi figure yang tak pernah salah!

Dapat saya contohkan kebiasaan para orang tua, bila anak kita sedang berjalan tiba tiba ia menabrak meja dan akibatnya terjatuh dan menangis, maka kita selaku orang tua sering melakukan sesuatu hal yang tujuannya agar tangisan anak segera berhenti, dengan memukul dan memarahi meja yang ditabrak si anak, sambil berkata, “Siapa yang nakal nak?, ini ya meja, ini ibu sudah pukul mejanya, cup…cup… diam ya”, dan biasanya si anak akan segera diam dari tangisnya.
Analisanya : Para orang tua sudah membiasakan si anak menjadi figure yang tak pernah salah, dan ini akan menciptakan pemikiran yang terekam didalam benak si anak dan terus terbawa hingga ia dewasa, akibatnya bila setiap ia mengalami sesuatu peristiwa dan terjadi sesuatu kekeliruan, maka yang keliru atau salah adalah orang lain atau pihak lain dan dirinya selalu benar.
Kadang kita selaku orang tua baru menyadari akan hal tersebut, bila si anak mulai melawan kepada kita, karena sejak kecil tanpa disadari kita telah mengajarinya untuk tidak pernah merasa bersalah.
Apa yang sebaiknya kita lakukan ketika si anak baru belajar berjalan dan menabrak sesuatu sehingga membuatnya menangis ?
Sebaiknya kita lakukan adalah ajarilah si anak untuk bertanggung jawab atas apa yang terjadi, katakana kepadanya ( sambil mengusap bagian yang menurutnya terasa sakit ), “Sayang, kamu terbentur meja ya, sakit ya ? lain kali hati hati ya sayang, jalannya pelan pelan saja dulu, supaya tidak menabrak meja lagi”.
2. Kita sering melakukan kebohongan kecil

Pada awalnya anak anak kita selalu mendengarkan apa apa yang dikatakan oleh orang tuanya. Mengapa ?, karena mereka sepenuhnya percaya pada orang tuanya.
Namun, ketika anak kita beranjak besar, ia mulai tidak menuruti perkataan orang tuanya atau permintaan orang tuanya. Apa yang terjadi ?, Apakah anak kita sudah tidak percaya lagi kepada perkataan atau ucapan ucapan kita ?
Tanpa disadari, kita selaku orang tua sering melakukan kebohongan kebohongan kecil setiap harinya. Salah satu contoh, saat seorang ayah ingin berangkat ke kantor dan si anak menangis ingin ikut, maka si ayah berkata,” Sayang, ayah hanya pergi kedepan saja ya, sebentaaaar ya, sayang…, adik sama ibu dulu dirumah”. Tapi kenyataannya sang ayah pulangnya hingga malam.
Analisanya : Dari contoh diatas, jika kita berbohong ringan atau sering disebut ‘bohong kecil’, tapi dampaknya ternyata sangat besar pada pertumbuhan mental si anak, maka si anak akan tidak percaya lagi kepada kita sebagai orang tuanya, si anak tidak bisa membedakan pernyataan kita bisa dipercaya atau tidak, akibat lanjutnya si anak menganggap semua yang diucapkan oleh orang tuanya adalah bohong, dan sejak saat itu si anak akan menetapkan bahwa peryataan orang tuanya itu selalu bohong, dan si anak mulai tidak menuruti segala perkataan kita.
Apa yang sebaiknya kita lakukan ?
Berkatalah dengan jujur kepada si anak, ungkapkan dengan penuh kasih sayang dan memberikan sebuah pengertian : “Sayang, ayah akan pergi ke kantor dulu ya, adik tidak bisa ikut, tapi kalau ayah pergi ke taman, adik boleh ikut”.
Kita tidak perlu merasa kuatir dan menjadi terburu buru dengan keadaan ini, pastinya akan membutuhkan waktu lebih untuk memberikan pengertian kepada si anak, karena biasanya si anak akan menangis. Si anak menangis karena ia belum memahami keadaan mengapa sang ayah harus selalu pergi di pagi hari. Kita harus perlu sabar dan lakukan pengertian kepada si anak secara terus menerus, perlahan si anak akan memahami mengapa sang ayah selalu pergi di pagi hari. Sebaliknya bila sang ayah pergi ke tempat lain selain ke kantor, maka si anak pasti dibawa, dengan melakukan kejujuran ini dalam setiap perkataan kita, maka si anak akan mampu memahami apa yang kita katakan dan akan menuruti dengan apa yang kita katakan.
3. Kita selalu sering mengancam

Tanpa kita sadari kita sering melakukan sebuah ancaman ancaman kecil pada si anak, sebagai contoh, “Adik jangan nakal ya…, kalau adik nakal ibu tidak akan mebawa adik pergi tamasya, adik dirumah saja dengan bibi !”.
Analisanya : Seorang anak adalah mahluk yang sangat pandai dalam mempelajari pola pengasuhan orang tuanya, ia tidak hanya bisa mengetahui pola orang tuanya mendidik, tapi dapat menganalisa dan malah bisa membelokkan atau mengendalikan pola asuhan orang tuanya, Hal ini terjadi bila kita sering menggunakan ancaman ancaman dengan kata kata, namun setelah itu tidak ada tindak lanjutnya atau mungkin kita sudah lupa dengan ancaman tersebut yang pernah kita ucapkan.
Apa yang sebaiknya kita lakukan ?
Ancaman tidak menyelesaikan masalah nakalnya anak kita, sebaiknya kita memberikan nasehat yang mudah diterima oleh pikiran mereka, seperti contoh,”Adik, jangan nakal ya sayang, kalau adik nakal adik jadi tidak ganteng lagi, dan nanti adik jadi tidak punya teman, mau nggak adik kalau bermain tidak punya teman, kan tidak enak kalau adik bermain sendirian”.

3.18.2011

Pengguna BlackBerry Disarankan Menonaktifkan Javascript



Sebuah kelemahan ditemukan pada browser BlackBerry. Jika mau menghindarinya, pengguna disarankan mematikan fungsi JavaScript pada browser. Kelemahan itu berakar pada Webkit, engine browser Open Source yang digunakan BlackBerry. Dalam sebuah kontes hacking di Kanada, kelemahan itu bisa dimanfaatkan untuk mengakses data kontak, koleksi gambar dan remote code execution.

Seperti dikutip detikINET dari SearchSecurity, Jumat (18/3/2011), dalam kontes bernama Pwn2Own, kelemahan Webkit itu dimanfaatkan bersamaan dengan celah lainnya. Meski bisa digunakan untuk mengakses data di penyimpanan eksternal perangkat BlackBerry, celah itu tak bisa digunakan untuk mengakses email dan data kalender.

Kelemahan itu memang bukan pada Javascript, namun untuk mengeksploitasinya butuh Java. Sehingga, salah satu cara untuk menghindari celah itu adalah mematikan Javascript pada browser BlackBerry. Sistem operasi yang terpengaruh celah ini adalah BlackBerry Device Software version 6.0 ke atas.

Di Pwn2Own, perangkat yang dibobol adalah BlackBerry Torch 9800. Selain itu, di hari yang sama, peserta berhasil membobol iPhone 4. Di situs resminya, Research In Motion (RIM) mengklasifikasi celah ini dengan angka Common Vulnerability Scoring System (CVSS) 6.8 (dari skala 1-10). RIM menegaskan, belum ada bukti bahwa celah ini telah bisa dimanfaatkan oleh pihak lain di luar acara Pwn2Own.

Idola Baru dari Thailand Seorang Penyanyi Transeksual

Bell sebenarnya dilahirkan sebagai Laki-laki
Dengan kulit putih mulus, rambut hitam mengilap, dan hidung bangir, Bell Nuntita terlihat cantik bak seorang model. Saat ia menyanyi, suaranya merdu mendayu, membuat para penonton dan juri Thailand's Got Talent terpana.

Tak ada yang aneh dengan pemandangan itu. Tampaknya seperti sesi audisi biasa di sebuah kontes pencarian bakat. Namun kemunculan Bell Nuntita malam itu begitu mengesankan banyak orang, sehingga 'gadis' cantik ini langsung jadi perbincangan di dunia maya.

Ini karena Bell bukan sekadar penyanyi biasa. Ia dilahirkan sebagai laki-laki, tapi kini mengklaim dirinya seorang perempuan. Dan di panggung audisi Thailand's Got Talent malam itu, Bell tak segan menunjukkan keunikannya dengan cara menyanyikan separuh lagu dengan suara perempuan, dan menyelesaikan lagu dengan suara aslinya yang berat dan dalam.

Memang tak salah kalo Bell sedikit mengingatkan kita pada Hudson, kontestan Indonesia Mencari Bakat yang juga punya dua 'kepribadian' dan dua jenis suara. Bedanya, Hudson laki-laki asli yang suka tampil sebagai separuh perempuan, sedangkan Bell... Yah, bisa dibilang Bell adalah perempuan tulen. Meskipun dulunya laki-laki.

3.14.2011

IDSECCONF 2011 CFP



Akhirnya kami melanggar kutukan rilis ezine di 101010, tren yang tidak sengaja tercipta dari 666, 777, 888, 999 dan seharusnya terhenti di 2013 tetapi telah kami "break" di 2010 :). Hal ini bukanlah merupakan kesengajaan, tetapi lebih di karenakan "kekurangan" kami sebagai manusia, terus terang di bulan ini (10) sebagian dari staff echo harus terfokus bersama kawan2 dari komunitas lain untuk mensukseskan kegiatan idsecconf2010 kemarin di bali.

Cukup ber-alibi-nya, berikut ini CFP issue 23 :)

echo|zine, Vol 8 Issue 23

* /CALL /FOR /PAPERS * /CALL /FOR /PAPERS * /CALL /FOR /PAPERS *
* /CALL /FOR /PAPERS * /CALL /FOR /PAPERS * /CALL /FOR /PAPERS *


Hail Hackers !!!!

Kami, echo|staff, yang sedang mempersiapkan echo|zine, Vol 8 Issue 23
mengajak Anda semua untuk dapat berpartisipasi dengan mengirimkan
artikel seputar:

* hacking
* security
* phreaking
* forensics
* carding
* electronics
* cryptography
* local underground news

Panduan menulis artikel dapat dibaca kembali pada echo|zine, Vol 3
Issue 11 [http://ezine.echo.or.id/ezine11/echo11-003.txt]

Para kontributor dihimbau untuk mengirimkan artikel sedini mungkin
untuk menghindari konflik pemilihan topik dan memudahkan editor
memandu dan mengoreksi artikel. Selain itu, artikel yang dikirimkan
diharapkan bukan merupakan artikel terjemahan/saduran dan belum pernah
dimuat di media lain.

Kami juga menerima usulan interview untuk komunitas, lengkapnya silahkan
baca di http://ezine.echo.or.id/interview-komunitas.txt

Usulan artikel harus dikirimkan ke ezine@echo.or.id
================

Important dates:
* submission deadline ......................... 17 Desember 2010
* author release .............................. 24 Desember 2010
* public release .............................. 31 Desember 2010


Echo

3.13.2011

Kenapa Facebook Bisa Picu Perceraian

 Studi: 1 dari 5 pasangan bercerai disebabkan pengaruh aktivitas di Facebook


Jangan sembarangan menuliskan komentar atau status di halaman Facebook, terutama bagi Anda yang sudah menikah. Menurut penelitian di Loyola University, Chicago, aktivitas ini bisa membuat hubungan suami istri memburuk dan tidak tertutup kemungkinan berakhir dengan perceraian.

Berdasarkan hasil penelitian, fenomena ini sudah terjadi di Amerika Serikat. Satu dari lima kasus perceraian di sana, terjadi akibat pengaruh aktivitas di Facebook. Bahkan, jurnal American Academy of Matrimonial Lawyers (AAML) menyebut Facebook sebagai sumber utama dari perceraian secara online (66%).

Steven Kimmons, seorang psikolog klinis di Maywood, Illinois, mengatakan, "Jejaring sosial ini bisa memicu orang untuk mengenal (orang lain) lebih mendalam.”

Awalnya, Steven menambahkan, seseorang menghubungkan diri secara online dengan mantan teman sekolah. Orang yang secara emosional terhubung dan mereka mulai berkomunikasi melalui Facebook.

"Dalam waktu singkat, berbagi kisah pribadi yang dapat menyebabkan timbulnya rasa dan memperdalam keintiman, yang pada gilirannya dapat mengarahkan pasangan ke arah kontak fisik," katanya.

Banyak dari mereka, lanjut Steven, yang melakukan pertemuan karena rasa ingin tahu. "Mereka melihat seorang teman lama atau mantan kekasih, dan memutuskan untuk menyapa."

Bagi mereka yang telah menikah dan memiliki akun Facebook, ibarat memberikan SIM mobil pada remaja usia 12 tahun. Terlalu banyak akses dan terlalu sedikit kontrol sehingga bisa menjadi bencana.

• VIVAnews